Lanjutan kisah serial desain balok beton ini dilanjutkan di http://duniatekniksipil.web.id

Klik aja langsung di sini untuk lihat bagaimana kisah selanjutnya..

Pada bagian ini kita coba bahas tentang bagaimana memodifikasi penampilan latex. Yang bisa diatur antara lain : ukuran huruf, warna huruf, dan warna background.

Review sekali lagi… untuk membuat persamaan matematika di wordpress, kita cukup menyisipkan kode latex di antara tag “$latex” dan “$” (nggak pake tanda quote/petik ya.. itu cuma buat mengecoh wordpress). Kode-kode latex itu sudah sebagian kami bahas di bagian1 dan bagian2. Kali ini kita akan lanjutkan sedikit demi sedikit.

(kenapa sedikit demi sedikit, paman? nggak sekalian aja?)

Yaa.. biar yang baca nggak bosan.. gitu lho. Biar nggak kehabisan materi buat ngisi blog ini juga.. hihihi.

Read the rest of this entry »

Kali ini kami mau berbagi sebuah..eh.. beberapa buah grafik yang bisa dijadikan “pedoman singkat” dalam mendesain elemen baja dalam menahan beban lentur dan aksial tekan, khusus profil WF. Lha.. kenapa hanya WF? Karena baru itu yang kami punya.. :D

Grafik ini kami buat di MS Excel, dengan mengambil profil baja WF dari Gunung Garuda. Yang sedikit “tidak biasa” dalam pembuatan grafik ini adalah metode dan kode/standard yang digunakan. Kami tidak menggunakan standar perencanaan baja yang kebanyakan digunakan di Indonesia, baik itu SNI-Baja-2002 maupun AISC-LRFD. Akan tetapi kami menggunakan Australian Standard, AS-4100.

Bagaimana wujud grafiknya?

Read the rest of this entry »

Di pembahasan bagian 1 dan bagian 3 yang kita bicarakan hanya tentang tulangan bawah saja. Tentu saja dalam hal ini momen lenturnya adalah momen positif di mana serat bawah mengalami tarik, serat atas mengalami tekan. Kenyataannya, balok itu hampir mustahil tidak punya tulangan atas. Penggunaan tulangan atas atau tulangan tekan itu ada alasannya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Meningkatkan daktilitas penampang.
  • Mengurangi defleksi jangka panjang. Insya Allah dibahas di bagian ke-5
  • Mempermudah pelaksanaan di lapangan. Coba bayangkan jika tidak ada tulangan tekan. Bagaimana mau masang sengkangnya?! :D

Lantas, bagaimana hitung-hitungannya?

Read the rest of this entry »

13 - EngiLab Logo Satu lagi software analisis struktur yang termasuk jenis shareware, namanya EngiLab Beam.2D ML. Wuih.. panjang amat namanya. EngiLab itu adalah nama company-nya. Beam.2D adalah nama brand-nya. Sedangkan kode ML artinya Multi Language a.k.a banyak-bahasa. Bahasa Indonesia juga ada? Iya! Ada. Waktu mendownload dari situsnya sih memang tidak disediakan file librari untuk bahasa Indonesia, tapi kita bisa membuat file librari sendiri khusus untuk penggunaan bahasa Indonesia. Tidak hanya bahasa Indonesia, jika anda mau.. bahasa Sunda, Batak, Bugis, Jawa pun bisa anda buat. Tapi… kayaknya susah nyari istilah daerah untuk kata-kata seperti “momen lentur”, “diagram gaya geser”,… :D

Anyway, meskipun shareware, tapi penggunaan “versi coba-coba”-nya lumayan bikin puass.. puass.. puaasss. Memang ada beberapa fitur yang dibatasi dalam versi unregistered ini seperti:

  • Jumlah titik nodal dibatasi maksimal 20 titik.
  • Jumlah elemen dibatasi maksimal 20 elemen.
  • Jumlah grup material (E,I,A) dibatasi maksimal 10 grup.
  • Fitur “ekspor ke MS Excel” dinonaktifkan.

Lantas,… apa saja catatan penting dari program ini? Mari kita lihat.

Read the rest of this entry »

Bagian ketiga kali ini akan membahas tentang balok T/L. Dalam pelaksanaannya di lapangan, balok hampir selalu dicor monolit (bersamaan atau menyatu) dengan pelat lantai (slab). Karena dicor monolit, maka mau tidak mau, kudu nggak kudu perilaku balok juga dipengaruhi oleh pelat yang ada di sekitarnya.

12 - gambar1

Balok T dan Balok L

Sewaktu menahan momen positif, serat atas akan mengalami tekan. Jika pada balok persegi, bagian yang memikul tegangan tekan hanya sebesar lebar balok, maka pada balok T, bagian yang memikul tekan lebih lebar lagi. Kan dicor monolit. Kalau nggak dicor monolit, misalnya ada construction joint, maka nggak boleh dilakukan analisis balok T.

Tapi,… bagian pelat yang ikut menahan tekan itu ada batasannya. Itu yang dinamakan lebar efektif. Di dalam pembahasan kali ini kita gunakan simbol b_e  untuk menyatakan lebar efektif balok T.

Read the rest of this entry »